Minggu, Januari 25, 2009

I just wanna say hi!

Wah… lama gak posting ni. Maap buat Sobat semua yang sering nengokin blog ini dan kecele karena gak ada something new di blog ini. Selain kurang waktu luang, kalo ke warnet kadang gak sempet posting. Lebih seringan kegoda buat nyari foto Jill Gladys dan Arumy, juga chat ama themon-themon di Yahoo Messenger… wakakakak!

Pa kabar Sobat semua. Especially buat manten anyar: Bety! Hahaha… pasti lagi jos-josnya nih… wakakakak! Pa kabar juga yang lain? Ruri Hungry pa kabarnya? Feeling punya feeling… hmmm…kayaknya Hungry mau nikah taun ini deh. Bener nggak, Hung? Ayo, yang mau pada mantenan silahkan persiapkan diri baik-baik!

Brother Teddy pa kabar? Edi Paijo pa kabar? Wah… keterima CPNSD Klaten ya? Selamat yo… wahai penjajah negeri orang! Oh iya… aku udah hampir 2 bulan ini lost contact ma Wulan. Setelah HP-nya rusak, sampai sekarang aku coba call tapi gak aktif. Dia pernah ngasih nomer rumahnya tapi ternyata salah sambung (hahahaha). Dulu aku pernah maen ke sana juga … tapi lupa jalan dan rumahnya (abis di gang sempit sih…)! Buat Wulan kalo pas lagi buka blog ini, tolong hubungi tim Termehek-mehek, eh bukan ding, hubungi Titet ya! Aji semakin subur makmur kayaknya… volume dompet menebal yang diiringi pula dengan menebalnya kelenjar lemak perut dan bokong, wakakakakak… ra seksi meneh no, Bro! hahahaha…. Adi masih keukeuh berstatus mahasiswa, tapi udah hampir kelar kuliahnya, tinggal skripsi doang. Spesial ku sapa juga Yuli Dugong dan Burket. Ketemu terakhir pas libur Natal kemaren ya… perjumpaan yang singkat aja. Oh iya… penghuni kost STM Pembangunan semuanya, salam dari Titet. Pa kabarnya Emy? Tia “Onyeng”? Santi “Wow”? Hmmm… sama siapa tuh…hmmmm…yang kamarnya di pojok dan sering make tank top itu lho…. (hmmm…lupa jeh!). Hmm… yang lainnya juga: Salam Brotherhood!!!

Lagi-lagi terganggu postingnya, kali ini bukan themon, tapi Lawra (lawnang ora wedok owra, alias waria) … hohoho… wahai Lawra, terpujilah engkau diantara Waria. Takyuut nih… pulang aja deh! Hmmmm… lanjutin kapan2, Sob!

Senin, Januari 05, 2009

New Year = New Hope

Hai, Sob!
Selamat Tahun Baru ya buat semuanya. Ada apa dengan malam pergantian tahun sobat semua? Kalo aku malah tidur lebih awal. Jam 9 malem dah tidur, bangunnya jam 7 pagi (terjaga sebentar pukul 12-an karena ada hingar bingar dan letusan kembang api di luar rumah). Hanya itu... tanpa terompet, kembang api, bakar-bakar ikan/jagung, bir, dan hal-hal menyenangkan lainnya.
Gak tau kenapa, di penghujung tahun ini aku ingin menutupnya dengan istirahat dan bangun di tahun yang baru dengan semangat baru, harapan baru! Terus terang... 2008 adalah tahun penuh cerita bagiku. Banyak sejarah tercipta di Tahun 2008. Sedikit review nih... blog ini tercipta di tahun 2008; dapet kerja pertama di tahun 2008; jauh dari masa-masa hura-hura (coz dah lulus kuliah) juga di tahun 2008. Di tahun 2009 ini aku harap akan tumbuh kedewasaan yang lebih dan lebih lagi...
Sekali lagi, selamat Tahun Baru Sobat!!!

Sabtu, Desember 27, 2008

Just Married

Tanggal 26 Desember 2008 kemaren, temen kita Fransisca Bety Purwaningsih telah melangsungkan pernikahan dengan Hadrianus Lastaryo Puji Raharjo. Selamat ya, Bet! Smoga langgeng...

Senin, Desember 22, 2008

Natalia Connie Pranatio


Hai, sobat semua... Dulu pas aku SMA aku ada Sobat baik banget. Namanya Natalia Connie Pranatio. Adanya Titet dan Dinot juga karena dibantu oleh Connie ini. So... kami berdua ngerasa utang budi ama dia. Tapi sayang, sekitaran Natal tahun 2000 dia pergi. Katanya sih diboyong ma pacarnya buat married di Kupang, NTT. Sejak saat itu pula akhirnya kami hilang kontak. Lewat blog ini aku pengen nyari informasi tentang Connie. Dimana dia sekarang, alamat terakhirnya di Gamping dah out of date. Dah dikontrakin rumahnya... Kalau ada sobat yang tau, bisa kirim e-mail ke aku. Atau bahkan kamu sendiri yang mbaca ini Tio? Kirimi kami kabar!

Aku lolos ...

Hmmm… aku speechless petang ini. Perasaanku campur aduk. Antara gembira, nggak percaya, bingung, heran,dll. Semua berkecamuk di hati …

Siang tadi aku denger kabar dari Aji kalo aku lolos tes CPNSD Gunung Kidul. Unbelieveable… sukar dipercaya!!! Awalnya aku sama sekali gak percaya, kiraku Aji kumat kembo-nya. Aku baru percaya setelah Aji dan Eri dateng ke rumah bawa file download-an pengumuman CPNSD Gunung Kidul dari www.gunungkidulkab.go.id . Namaku ada di peringkat 8 dari 15 orang yang lolos untuk guru IPS/Ekonomi.

Wah… kok bisa ya? Padahal aku gak ada feeling ataupun harapan buat lolos. Awal aku ikut kan cuma pengen jadi penggembira aja. Eh, gak taunya malah lolos. Selain prepare berkas pendaftaran, aku yang lainnya gak persiapan sama sekali!

Tuhan emang ada-ada aja dalam membagikan rejeki buat manusia ciptaan-Nya. Kesempatan kali ini nggak aku lewatkan. Aku harus bersyukur coz dari ribuan orang yang ingin memperoleh posisi ini, Tuhan telah memberikan kesempatan untukku. Aku tak akan sia-siakan… Inilah kado Natal terindah untukku…

Untuk keberhasilanku kali ini, aku ingin berucap terima kasih pada : Jesus my almighty God, Mother Marry, Mom and Dad, Grandma, Grandpa, Pakdhe, Fetty, Nunik (R.I.P), Si Pacar: Lovely Dinot, Keluarganya Dinot, Moko’s Family (Bapak n Ibu, serta Felly), Adjie, Eri, Mbah Harso n Cepluq (atas pinjeman motornya), Omen, Pak Sapto, Galih |keep on rock!|, temen-temen (atas doa dan sugesti positif-nya): Sila, Andriani, Wulan, Ayay, Nguk-nguk, Tarin (Bu Sapto), Adi Pals, Burket, Dugong, Ayu, Sisil Sukabumi, Bety, Ana Mbek, Wati, Lusi B, dan semua temen-temen PAK USD 2002; temen-temen guru n karyawan di SMA Sanjaya XIV: Pak Marjo, Bu Lusi, Pak Marto, Pak Totok, Pak Heri, Pak Zu, Bu Heni, Bu Yuni, Bu Wahyu, Bu Her, Bu Esti, Bu Baryati, Bu Suryati, Pak Tono, Bu Tinah, Mas Ipung; murid-muridku tersayang: Ari, Sigit, Maria, Engel, April, Yuni, Mega, Dika, Chester Bennington, Yono, Adi, Didik, dll; dan semua yang telah dengan tulus, sengaja maupun tanpa sengaja membantu Titet meraih kesempatan ini…

Terima kasih sekali and… God Bless You All!!!

Sabtu, Desember 13, 2008

Lovely December

Desember adalah bulan yang paling menyenangkan untukku. Gak tau kenapa. Mungkin karena Christmas-nya atau karena liburannya. Yang jelas, Desember adalah akhir dari sebuah tahun dan bulan berikutnya saatnya untuk membuat lompatan dalam kehidupanku selanjutnya. Untuk lebih baik, lebih dewasa.

Lama aku lost contact sama Burket maupun Dugong. Maybe mereka sibuk sekarang. Yang tetep stay connected ya paling ma Adjie, Shila, Moko, dan Adi. Minggu kemaren (tanggal 7 Desember 2008) mungkin banyak banget dari sobat semua yang ngikut tes CPNSD. Pada ngikut dimana? Aku nyoba tes di Gunung Kidul. Bukannya meremehkan, tapi soal tes-nya cetek ya. Ga seperti simulasi-simulasi yang tersebar di internet yang susahnya minta ampun. Soal campur aduknya 100 butir, Bahasa Inggris 50 butir n Teknologi Informasi n Komputer (TIK) 50 butir. Ternyata setelah usut punya usut, semua wilayah tes CPNSD dan semua formasi di Jogja pake soal yang sama! Wah… mana adil tuh! Masak yang ndaftar Guru Akuntansi dan Guru Kelautan soalnya sama. Wah… wagu banget. Masih mending ada soalnya Ekonomi 12 butir, lha kalo yang Kelautan, Boga, Gizi, Perawat dikasih soal yang sama persis ya mendhem lah! Menurutku sih yang perlu dibenahi adalah rasio soal aja. Masak soal TIK-nya 25% sendiri. Kalo buat yang merem teknologi pasti jadi bagian maut tuh! Soal substansi setiap formasi juga harus dikasih… bagian ini kan yang buat nguji kompetensi calon PNS yang bersangkutan. Dengan melihat contoh kemaren boleh dibilang kurang ideal. Misalnya ya tadi, buat guru Boga, Kelautan, Perhotelan, dan sejenisnya. Eitsssss…. Kebawa suasana nih. Ngapain panjang lebar nulis posting tentang soal CPNSD… ga bakal dibaca ama stakeholder pembikin soal CPNS kan, wakakakakak…. Buat pengalaman aja ya, Sob!!! Aku ga berharap banyak pada perekrutan CPNS… aku masih negatif thinking ama kinerja pemerintah dalam merekrut PNS… dalam transparansi dan bersih dari unsur KKN-nya. Buat sobat semua yang merasa yakin keterima dan ndilalah tidak masuk daftar, mungkin berkasnya kurang satu… amplop! Wakakakakak…. Kalo sobat semua ada yang ternyata mainan amplop, ke laut aja lu!!! Mau dibawa kemana bangsa ini jika generasi mudanya dah main sogok …. Yang bersih aja. Jujur. Kalo belom kecantol jadi PNS ya emang belom nasibnya…

Tanggal 12 kemaren aku Tes di Yayasan Pangudi Luhur Pusat, Semarang. Aku dipanggil buat psikotes untuk ditempatkan pada posisi guru di SMK PL Tarsisius Semarang atau di SMP PL Jakarta Selatan. Dua lowongan yang tersedia, yang dipanggil juga cuma dua orang; aku dan Wisnu (Kriwul) temen kuliah. Jadi boleh dibilang tes wawancara minggu depan yang akan menentukan siapa yang di Semarang dan siapa yang berangkat ke Jakarta. Aku dan Kriwul sama-sama memilih Semarang. Entah bagaimana keputusannya tergantung YPL. Jakarta… kota yang aku sendiri dah under estimate dengannya. Bagiku Jakarta adalah kota yang memuakkan; dengan individualisme-nya, dengan ego-nya. Kalo memang mau Jakarta, tawaran internal auditor dari Toshiba beberapa bulan kemaren gak aku sia-siakan. Tapi Jakarta, Sob… denger namanya aja dah kebayang suasana busuknya. Kota raksasa dengan kekejaman yang luar biasa. Mending aku survival di hutan dengan berbekal pisau, poncho, dan korek. Daripada harus memutar otak untuk hidup dengan gaji 1,5 juta di sana!

Terus terang, aku ini seorang family man… aku sayang ma keluargaku. Tapi bukan berarti aku homesick, Sob! Aku udah ngebayangin married sih. Aku udah memimpikan rumah mungil di gunung. Adem, ayem…. Seperti cita-citaku semenjak dulu. Mungkin bener kata banyak orang kalo aku tuh orang yang sering melewatkan kesempatan meraih setumpuk uang di depan mata. Tapi seperti yang banyak aku tulis, uang bagiku bukan segala-galanya. Uang bukan tujuanku hidup! Aku terbiasa dengan nominal kecil semenjak dulu, aku juga bukan gadget-holic, nggak gila belanja. Jadi sampai saat ini, materi nggak menyilaukanku. Bener kata orang, “kesempatan nggak datang dua kali’. Karena kesempatan itu emang datangnya nggak cuma dua kali, mungkin tiga kali, empat kali, atau berkali-kali! So, kalo ada sobat yang belum beruntung, tenang aja sob. Burung yang gak menebar benih aja dikasih makan ma Tuhan, apalagi Sobat semua yang diciptakan sesuai citra-Nya!

Mungkin jika minggu depan wawancara dan mengharuskanku ke Jakarta, sepertinya aku akan mengepak koper lebih awal di YPL. Aku akan tetap meneruskan langkahku di Sanjaya dengan upah kecilku tetapi dengan senyum lebar dan kebahagiaan menggunung!

Upahku kecil di dunia, tetapi besar di Surga”. Itu rahasiaku bertahan hingga sekarang dengan bayaran yang hanya senilai selembar voucher pulsa…

Sabtu, November 22, 2008

Kurang Gawean: Sebuah Pernyataan Sikap

Hey… wazap, Sob?!!

Sobat semua pasti dah pada denger mengenai berita yang santer kedengeran berkenaan dibuatnya dan dimuatnya komik tentang Nabi Muhammad S.A.W. di salah satu blog. Yang jadi masalah tu karena dalam komik (atawa karikatur) itu menjelek-jelekkan Nabi Muhammad S.A.W. dan ada kutipan-kutipan dari Ayat Suci Al-Quran yang ditafsirkan secara ngawur dan serampangan. Nggak tau apa maksudnya, yang jelas itu mendiskreditkan Umat Islam. Itu menginjak-injak kehormatan mereka dan Nabi yang mereka junjung. Biarpun aku bukan muslim, tapi aku tahu pasti menyakitkan mendapati Nabi dan Ayat Sucinya digunakan untuk posting blog ngawur kayak gitu.

Buat sesama blogger, mari dong kita buat blog yang bermutu dan migunani (walau aku juga sadar kalo konten blog-ku ming ra penting). Mari berkarya yang sehat, yang nggak menyakiti perasaan orang lain. Lewat posting ini pula aku meyampaikan pernyataan sikap tidak mendukung blog-blog semacam itu (dalam hal ini www.lapotuak.wordpress.com -gak perlu susah-susah nyoba mbukak, udah di tutup). Biarpun (misalnya) punya gambarnya pun gak bakal aku upload di blog! Kalo yang bikin blog emang ada maksud buat mengadu domba (entah kalangan apa dengan apa), lebih baek pergi ke Donggala di Sulawesi sana. Beli domba aja yang beneran buat diadu… kalo beruntung dombanya menang kan malah dapet duit. Daripada mem-posting kayak gitu… Kurang Gawean ae… selain nggak menguntungkan, malah jadi masalah kan?!!! Buat para pembaca blog, jangan men-cap semua blogger kayak gitu ya… jangan pula menyalahkan domain blog (dalam hal ini www.wordpress.com) coz mereka gak bisa memonitor satu per satu consumer-nya.

Finally, buat semuanya tetep jaga perdamaian ya… peace can change the world!

Komentar 1 By Adjie

YES BRO, AGREE WITH YOU!

SAJAKE SING NGGAWE KI CEN RA DONG OPO ARTINE URIP!WONG SING RUMONGSO BENER DEWE!WONG SING RA GELEM WERUH DONYA TENTREM, ATAWA UWONGE KI CEN BUTUH PENCERAHAN KANGGO MADANGI PIKIRANE SEKO WERNO CEMANI SING WES BANGET TAK KIRO!
BAYANGNO URIP NENG INDONESIA KI 15-18 TAHUN KEPUNGKUR, PAS INTERNET RUNG KOYO SAIKI, MICROSOFT LAGI UTHAK UTHIK NYOBO GAWE WINDOWS 95 SING TAMPILANE ALA KADARNYA. WEKTU IKU KEBEH UWONG PODO NGREGANI, SIJI LAN SIJINE, SING AREP MANGKAT JUMATAN YO TENANG, SING AREP MANGKAT MISA MINGGUAN YO AYEM, SING POSO PATI GENI YO TENTREM!ORA ONO NGELEK-ELEK SIJI LAN LIYANE! PODO KANGEN RA KARO SUASANA NGONO KUI!TENTREM, AYEM, RAK YO KEPENAK NEK NGONO KUI!

BTW, KI MUNG SAK DREMO URUN REMBUG!GETEL RASANE YEN ONO WONG SING RA SENENG KARO KATENTREMAN!

AYO PODO AKUR, AYO PODO GANDENGAN, PESENE ,BAH JOYO KARO PUTU-PUTUNE "OJO PODHO BENTROK!", PESEN IKU APEK UGO NGGO PORO SEDULURKU!

SALAM DANGDUT . . . . !

MBAH PRAM!

Mas Ipung: Sebuah Pembelajaran Lagi

Hai, Sob…

Sebaris kalimat yang menyatakan bahwa “belajar itu sepanjang hayat” kayaknya benar. Ada aja pelajaran baru yang aku dapat tiap hari. Mulai pelajaran yang sekecil biji beras ampe yang segede gajah. Dari hal-hal sepele ampe hal-hal yang krusial dalam hidup.

Hari ini yang jadi pelajaran hidup baru bagiku adalah: MENGHARGAI HIDUP. Bersyukur atas apa yang telah aku terima dalam hidup ini. Yang jadi gurunya hari ini adalah Mas Ipung (Mas Pur), pesuruh sekolahku. Sekilas mungkin tak ada yang spesial dari sosok seorang mas Ipung. Umur 35-an masih njomblo (Desember married), background pendidikan cuman SD, ngga hi-tech, buta teknologi, sedikit lemot/telmi, kumis dan jenggot tipis (sekilas malah kayak mafia Italia). Tapi kalau mau ditelisik lebih dalam, ada banyak ilmu dan pelajaran yang bisa aku petik darinya. Yang paling menonjol adalah mengenai kejujuran. Kalau diminta beli sesuatu oleh sekolah, uang kembalian 100 perak pun (kadang-kadang kembalian berupa permen) pasti dikembalikan dan kalau nggak pakai nota pasti berusaha untuk menjelaskan apa yang dibelinya sejelas-jelasnya. Pernah suatu ketika saat minuman (teh manis) untuk para guru sudah tersaji diatas meja, mas Ipung lari tergopoh-gopoh sambil membawa cendok. Dia menghampiri salah satu guru dan berkata: “nyuwun ngapunten saestu bu, gelasipun panjenengan wau dereng kula udak (aduk-red). Kula kesupen. Nyuwun ngapunten, bu”. Hanya masalah sekecil itu, Sob! Padahal buat kami itu sih nggak masalah.

Pelajaran yang lain adalah bagaimana menghargai hidup dan karunia-Nya. Kadang aku merasa kecil saat melihat mas Pur mengendarai sepeda jengki-nya. Sepeda butut yang begitu dibanggakannya. Biarpun udah sepeda tuwir, mas Ipung tetep keep in touch ama partner bepergiannya itu. Dipolesnya pake cat krom kalengan buat nutupin karat yang hampir menjalar di sekujur bodi. Sedangkan aku? Aku biar dah naik sepeda motor tetep aja gak puas dan pengen beli yang baru. Yang sesuai tuntutan jaman menurutku. Hape juga. Biar dah megang dua, aku masih juga terbersit buat beli yang Dual GSM On. Hmmm… mas Ipung ini nggak ada kaitannya ama malas dan nggak optimis. Kecil hati dan pesimis. Ini lebih menunjuk pada satu keadaan narimo. Pada satu hal yang berkaitan dengan skala prioritas. Mana yang lebih penting, itu yang didahulukan. Suatu prinsip yang satu kalipun nggak pernah aku lakuin dalam hidup ini…

Aku merasa bersalah selama ini kurang mensyukuri hidup. Kurang bisa menerima pandum yang emang telah digariskan untukku. Bangun pagi hari ini aku merasa jadi manusia baru. Yang nggak melulu berorientasi duniawi. Suck! Apa yang aku cari dan aku kejar selama ini ternyata keliru. Ada satu tujuan yang lebih utama namun sering aku kesampingkan: KEBAHAGIAAN. Yang salah satu cara terbaik untuk bisa menggapainya adalah dengan MENGHARGAI HIDUP!!! Keping-keping kebahagiaan itu tercecer di berbagai tempat, Sob. Dan dengan menghargai hidup, 50% diantaranya sudah ada dalam genggaman.

“Saat dunia membutakan matamu dengan silaunya, tutuplah kedua matamu dan lihatlah dirimu lebih dekat. Kau akan merasa dekil dan kerdil di hadapan-Nya bila kau tidak menghargai hidup yang telah dihembuskan-Nya untukmu.”
(Denaya Vincentia)

blogger templates 3 columns | Make Money Online